Jaka Kendhil Mencari Cinta ~ Naskah Drama

SINOPSIS CERITA
Jaka Kendil mencari Cinta
Alkisah di sebuahy desa hiduplah seorang janda yang mempunyai seorang putrid yang mempunyai nama janaloka dan putranya bernamaq Tom Cruise. Konon Tom Cruise
Belum Juga menikah meskipun Usianya sudah mencapai 1/4 abad. Bukannya “ tidak laku” tetapi tidak ada yang mau. Tom Crise terkenal dengan keburukan wajahnya sehingga dia menjadi bahan tertawwaan warga desa. Dan warga desa menjulukinya dengan panggilan Joko Kendil.
Joko kendil tinggal di sebuah desa yang di pimpin oleh seorang bupati yang mempunyai 2 orang putrid yang beranjak dewasa dan belum juga menikah. Karena kebijaksanan bupati nmaka beliau mengadakan sayaembara mencari pasangan untuk kedua orang putrinya. Sayembara ini berlaku untuk semua warga desa mulai dari kaum bangsawan sampai rakyat jelata. Maka berbondong bondonglah semua warga desa mengikuti sayembara itu. Termasuk joko kendil tetapi pada akhirnya joko kendil todak mendapatkan salah satupun dari kedua putrid bupati. Joko kendil….. Joko Kendil…… Malang benar nasibmu.
Joko Kendil Mencari cinta
Alkisah di sebuah perumahan Kentrung hiduplah seorang janda dan putranya yang bernama “Tom Cruise “. Sampai usia 1/4 abad Tom Cruise belumjuga menikah. Bukannya “ tidak laku “ tetapi tidak afa yang mau. karena Tom Cruise terkenal akan keburukan rupanya , sehingga dinobatkan menjadi laki laki terjelek se desa Kentrung karena itu orang menjulukinya denagn panggilan Joko Kendil.

Babak I
(Kicauan burung )
Joko Kendil : ( jalan sambil membawa sangkar burung kesayangannya )
Janaloka : ( menyapu sambil berdendang lagu jawa )
Joko kendil : kapan aku menikah ? bias merasakan surga dunia, hi….hi…..( tertawa ) ah……..indahnya
Janaloka : Ada apa tho mas dari tadi kok ngomong sendiri kayak orang gila.
Joko kendil : Apa she kamu kecil kecil ikut saja.
Janaloka : Biarin
Jaka Kendil : ( mengerutu )
Mbok : ( berteriak teriak di belakng ) le cah bagus kamu di mana. Walah
Ini lho kayunya sudah habis
Janaloka : itu lho di panggil simbok
Joko Kendil : (diam saja sambil melamun )
Mbok : oalah le…le di sini tho kamu di sini to, dicari-cari dari tadi diam saja. Mbok kalau dipanggil tu nyaut biar simbok gak bingung ( kesal )
Janaloka : Ya Mbok dari tadi ngomong sendiri
Mbok : Sudah….. sudah……..kamu ke belakng saja cucian masih banyak.
Janaloka : tapi ini belum selesai.
Mbok : ya gak apa apa, tinggalin saja.
Joko Kendil ; Ada apa to mbok. Kok teriak teriak kayak orang kesurupan, ganggu orang saja ( kecewa )
Mbok : Kayu di belakang itu lo dah habis semua, cepetan kamu cari kayu sana jangan kerjanya Cuma melamun orang kok gak kreatif.
Joko Kendil : (ngrayu dan sedikit manja ) mbok…..mbok….kapan yaaku punya istri? Yang bias mijitin aku, bias Bantu simbok. Mbok aaku pengen kawin, udah gak tahan, hi….hi….
Musik ( mendem wedokan )
Joko Kendil : Tapi dasar nasib, aku sudah berusaha ikut kontak jodoh, katakana cinta, sampe ikut pemilihan cover boy, tapi….ah mbok tahu sendiri sapa juga yang mau sama aku. Duh gusti, apa salahku ini?
Mbok : Sudahlah sabar dulu to le…..nanti kalu sudah waktunya kamu pasti menikah. Tuhan itu maha adil.
Joko Kendil : Ya, tapi sampai kapan ? sampai kiamat!
Mbok : Ya sabar, sabar itu di sayang tuhan. Sudah cepet sana berangkat. Nanti keburu siang !
Joko Kendil : ya, mbok aku tak beramngkat dulu.
Mbok : he’ hati hati di jlan ( berjlan keluar panggung )
Joko Kendil : Ku lari ke hutan, kemudian teriakku, huah. Ka….yu…

Babak II

Musik Jangan Bilang Siapa siapa

Pagi hari di pertigaan desa kentrung, detik demi detik, menit demi menit hari berganti hari. Joko Kendil belum mendaptkan jodoh, warga kampung pun kerap mempergunjingkannya. “ Dasar tante tante usil “
Mpok Jum : Jam segini kok tukang sayurnya belum datang ya ?
Mpok Rah : he’ e biasanya udah datang pasti ini tukang sayurnya telat.
Mpok Jum : eh, Jeng ada gosi baru lho. Tahu gak anak nya mpok indun yang rumahnya dekat kuburan itu lho jeng. Yang namanya dil…dil.. gitu.
Mpok Rah : Dilo, dila, dilon..sapa to jeng.
Mpok Jum : itu lho masak ga tahu, siapa namanya (mikir) oh..ya joko kendil. Masak umur sudah 1/4 abad kok ya belum menikah nikah juga. Apa anunya tidak karaten ya jeng.
Mpok Rah : Oalah, itu ta, pantesan gak laku lja wong wajahnya aja kayak pasien Face…of, yang ada di tipi..tip. sapa juga gadis yang mau ama dia. Idah jelek miskin lagi.
(Sambil terus ngerumpi kemudian tukang sayur datang )
Tukang Sayur : Sayur…sayur..tahu tempe kangkung kol kubis wortel kacang panjang tumere jahe tumbar miri jahe semuanya ada disini. Sayur bu masih seger seger lho buk seseger orangnya.
Mpok Rah : Yu, kacang panjangnya ada?
Tukang Sayur : Oh ya jelas ada panjang panjang lagi
Mpok Rah : Gini kok panjang ( sambil memegang kacang ) masih panjangan punyanya suami saya (tersenyum)
Mpok Jum :ah. Jeng ini bisa saja eh…jeng kira kira punya joko kendil masih orsinil ga ( tersenyum genit )
Tukang sayur : Walah pagi pagi kok sudah ngomong jorok pasti kemarin abis, ho’o…ho’. Dasar tante tante tukang rumpi.
Mpok Jum :Hus kecil-kecil….!
Mpok Rah : eh..eh itu mboknya datang.
( Mbok datang menghampiri tukngan sayur bersama janaloka )
Mbok : Yu, Jengkolnya ada ?
Mpok Jum : ( sambil berbisik ) maklum makannya aja jengkol pantesan saja mukanya kayak jengkol
Mpok rah :Eh mpok ya sekali kali anaknya dikasih makan ikan biar wajahnya cakep dikit, biar cepet laku.
Janaloka :kalo ngomong diatur.
Mbok : ( diam sambil memilih sayur )
Tukang sayur : Dah jangan di dengerin Mpok , eh tante jadi beli nggak dari tadi ngrumpi melulu.
Mpok Jum : ( Kesal ) ya ya jadi beli.
Mbok : da yu semuanya berapa ?
Tukang sayur :Semunya abis 5555 rupiah.
Mbok : ( sambil menyerahkan uang ) mari bu
Mpok Jum & Rah: oh ya…ya ( kaget )
Musik ( jangan bilang siapa siapa )

Babak III

Ke esokan harinyasemua warga berkumpul di taman kot.
Musik ( Bulan )
Mbok : ( Lari, sambil menarik narik joko kendil )
Joko Kendil : ( kesal )
Janaloka : Mbok ikut.
Mbok : Ayo cepat.
Joko Kendil : Ada apa to mbok aku di tarik tarik kayak sapi saja.
Mbok : Ada Woro woro
Joko Kendil : Woro-woro Mbok ?
Warga desa berbondong bondong datang. Ke balai kota.
Musik (Intro jawa )
Cantrik : ( sambil memukul kentongan ) tok…tok..tok…
Warga Desa : Ada apa, ada pengumuman penting. Apa bupati cari mantu-walh ya tha.
Cantrik : Bapak ibu saudara/I paklek bulik mbah kangkung mbah uti adik kakak. Woro-woro “ bagi jejaka jejaka yang masih single ada kabar genbira buat kalian. Bupati cari mantu langsung 2 ekor putrinya, eh salah 2 orang putrinya. Dengan syarat sebagai berikut. 1. jejaka tulen, 2. pejantan tangguh 3. usia belum mencapai 1/2 abad 4. berdomisili di desa kentrung 5. membayar biaya pendaftaran sebesar 5….rupiah dan 6. pendaftaran paling akhir 1/2 jam lagi.
Warga Desa : Ayo daftar.
( warga pergi meningkalkan balai kota )
K. Mukti radadi : Eh jo ( menghardik ) kamu juga ikut sayembara ini gak ?
Joko Kendil : ( Takut ) ya emangnya kenapa.
Joko P Gede : Ha…ha…kamu …ikut …gak salah? Nyalimu gede juga !
Joko Kendil : Lho bukannya semua boleh ikut. Apa aku salah.
K Mukti & Joko P Gede : Ya salah
Krisna Mukti R : Tau gak sayembara ini berlaku untuk yang mempunyai wajah ganteng dan kaya kayak aku gitu log’s
Joko P Gede : Wajah kayak kamu belum ikut audisi sudah di eliminasi ha….ha…
Joko Kendil : tapi…tapi aku khan gak ganggu kalian kok. Bagaimana? Kalau kita bersaing secara sehat! Mau nggak?
K Mukti R & Joko P Gede : He…he sapa takut
Musik Laskar cinta

(Musik Intro Jawa)
Hari yang di nanti pun tiba
( Di taman Kota )
Bupati : ( Mondar-mandir ) ajudanku apa semua sudah siap.
Cantrik : Siap buk tinggal teng aja.
Bupati : Bagus bagus memang kalian sudah bisa diandalkan. Aku nggak mau kalu sampe nanti gatot. Gagal total. Putriku apa kalian sudah oche.
P. Wardhani : Wah udah gak sabar ni Mom
P. Wardana : Cepetan dimulai dong Mom.
P. Wardhani : Kira kira cowok yang jadi pendampingku kayak apa ya? Aku pingin yang tinggi, putih( senyum-senyum). Pokoke jelek2 gak papa ya seukuran Brad Pitt Gitu dech.
P. Wardhana : Kalau aku penegen yang tinggi, agak item, tapi agak putih ya kayak anjasmara.
P. Wardhani : Hi dah nggak sabar nich.
P. Wardahana : Ayo dong mi. cepet di mulai.
Bupati : Ayo ajudan cepetan dimulai.
Cantrik : Tenk..tenk.. 1,2,..3… mulai
(Musik intro jawa di iringi tarian )
Akhirnya sayembara pun di mulai.
Cantrik : Kita tampilnya peserta dari kota dingin kentung, ia adalah putra dari Pak lurah kentrung. Dia mempunyai kebun seluas 4 hektar. Inilah Krisna Mukti Radadi-dadi.
Krisna Mukti : ( bergaya di iringi musik pejantan tangguh )
Cantrik : Peserta ke 2 ini, sudah tidak asing lagi, dalam dunia tahu. Dia adalah putra dari p[engusaha tahu terkaya di kotanya inilah Joko Pamungkase Gede. ( di iringi lagu Sedang Ingin bercinta )
Cantrik : Dan ini peserta terakhir kita. Dia tidak kalah dengan yang lainnya, dia memiliki wajah terjelaek se desa kentrung kita sambut. Joko Kendil.
( di iringi musik Tak bisakah )
Warga Desa : Hu…hu…hu…
P. Wardhani : Siapa tu jelek banget, eh ajudan knapa orang gila kamu suruh masuk ke sini ?
P. Wardhana : dah gitu kucel lagi. Mi ajudannya lho gak pecus.
Bupati : Sudah sudah
Cantrik : Maap saya memang slah, saya bener bener gak tau.
Pengumuman pun tiba.
Cantrik : Setelah menimbang, melihat,d an memilih akhirnya dituruskan untuk putrid 1. jatuh pada Krisna mukti radadi dadi, dan untuk putrid ke 2 jatuh pada. Joko……joko…. Panungase Gede.
Joko P Gede : Kegirangan.
Cantrik : dan Joko Kendil mendapat ucapan terima kasih. Dan akhirnya sayembara pun di tutup.
Bupati : terima kasishwargaku
(Musik aku bukan pilihan)
Putri dan putra : (Berdansa dan meninggalkan joko & Kendil Sendirian )
Joko Kendil : Nasib….nasib…duh Gusti apa salahku ? inilah cinta deritanya tiada pernah berakhir.
Selesai

Author by : Mbahbrata (Drs. Heru Subrata, M.Si)

0 komentar:

Copyright © Anin Tiar Blog